Partai klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta akhirnya batal digelar pada 22 Februari 2014 akibat izin dari Kepolisian tidak keluar. Sebabnya sudah jelas soal keamanan yang dinilai akan beresiko bila kedua suporter dari Persija dan Persib bertemu.
Mantan pemain tim nasional Indonesia dan Persija Jakarta, Patar Tambunan, menilai bahwa pertemuan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta sebaiknya berada di tempat netral bila larangan menonton untuk pendukung tamu masih ada dan gesekan antar suporter masih sulit dihindari.
"Rivalitas ini kan sudah berlangsung cukup lama, sekitar lima sampai sepuluh tahun, saya rasa cara paling aman adalah bermain di tempat yang netral. Tidak bermain di Jakarta atau di Bandung, karena terlalu beresiko. Pemain pun akan tertekan bila bertamu tanpa dukungan suporter," ungkap Patar yang jadi bagian skuat timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 1986 kepada Goal Indonesia.
"Imbas dari rivalitas seperti ini juga kepada larangan, pendukung Persija dilarang datang ke Bandung untuk nonton, dan pendukung Persib dilarang datang ke Jakarta untuk nonton. Ini nanti dampaknya kepada pemain, pemain kan jadi tekanan kalau main tidak merasa aman. Saya rasa tempat netral yang paling aman," jelasnya.
Patar juga menjelaskan bahwa pada saat ia masih menjadi pemain Persija, keadaan masih aman dan tidak ada gesekan antar suporter bila berjumpa dengan Persib. Bahkan kala Persib bertamu ke Jakarta, pendukung dari Persib pun banjir mendukung langsung Maung Bandung. Yang ia harapkan kini semua bisa menikmati tontonan langsung di lapangan tanpa harus ada gesekan.
PT Liga Indonesia sendiri baru bisa memastikan laga ini selambat-lambatnya 5 Maret mendatang, itu setelah panitia pelaksana dari Persib mengajukan surat agar partai ditunda. Pertemuan antara Persib dan Persija sendiri pernah berlangsung sebanyak dua kali di tempat netral, adalah Malang 4 Mei 2005, dan Sleman 28 Agustus 2013.
Mantan pemain tim nasional Indonesia dan Persija Jakarta, Patar Tambunan, menilai bahwa pertemuan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta sebaiknya berada di tempat netral bila larangan menonton untuk pendukung tamu masih ada dan gesekan antar suporter masih sulit dihindari.
"Rivalitas ini kan sudah berlangsung cukup lama, sekitar lima sampai sepuluh tahun, saya rasa cara paling aman adalah bermain di tempat yang netral. Tidak bermain di Jakarta atau di Bandung, karena terlalu beresiko. Pemain pun akan tertekan bila bertamu tanpa dukungan suporter," ungkap Patar yang jadi bagian skuat timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 1986 kepada Goal Indonesia.
"Imbas dari rivalitas seperti ini juga kepada larangan, pendukung Persija dilarang datang ke Bandung untuk nonton, dan pendukung Persib dilarang datang ke Jakarta untuk nonton. Ini nanti dampaknya kepada pemain, pemain kan jadi tekanan kalau main tidak merasa aman. Saya rasa tempat netral yang paling aman," jelasnya.
Patar juga menjelaskan bahwa pada saat ia masih menjadi pemain Persija, keadaan masih aman dan tidak ada gesekan antar suporter bila berjumpa dengan Persib. Bahkan kala Persib bertamu ke Jakarta, pendukung dari Persib pun banjir mendukung langsung Maung Bandung. Yang ia harapkan kini semua bisa menikmati tontonan langsung di lapangan tanpa harus ada gesekan.
PT Liga Indonesia sendiri baru bisa memastikan laga ini selambat-lambatnya 5 Maret mendatang, itu setelah panitia pelaksana dari Persib mengajukan surat agar partai ditunda. Pertemuan antara Persib dan Persija sendiri pernah berlangsung sebanyak dua kali di tempat netral, adalah Malang 4 Mei 2005, dan Sleman 28 Agustus 2013.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar